Kamis, 18 April 2013

Ujian Nasional Tahun Ini Terburuk

Seorang petugas melintas di depan ruang Ujian Nasional di Polres Tanjung Perak, Surabaya, (15/4). Seorang siswa SMK melaksanakan Ujian Nasional di kantor polisi akibat tindak kriminal yang dilakukannya. TEMPO/Fully Syafi
Ujian Nasional Tahun Ini Terburuk  
 TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat pendidikan, Darmaningtyas, menilai ujian nasional tahun ini sebagai yang terburuk. Hal itu disebabkan kekacauan penyelenggaraan ujian di sejumlah daerah.

“Memang trennya semakin ke sini semakin buruk,” ujar Darmaningtyas ketika dihubungi, Rabu, 17 April 2013. Menurut dia, penyebab kekacauan ujian nasional disebabkan perusahaan pemenang tender terlalu memaksakan pencetakan dan pendistribusian naskah ujian.

Dia mencontohkan PT Ghalia Indonesia Printing yang dituding menjadi penyebab utama tertundanya ujian nasional di 11 Provinsi. “Bagaimana bisa satu perusahaan memegang 11 provinsi? Padahal ada enam pemenang tender. Seharusnya 33 provinsi di Indonesia, pengadaannya dibagi rata ke enam perusahaan."

Dengan demikian, kata Darmaningtyas, PT Ghalia terlalu berat dalam menanggung beban pengadaan naskah ujian. “Harusnya, semakin banyak perusahaan pemenang tender, beban pengadaan naskah semakin ringan." Seperti diketahui, jumlah perusahaan pemenang tender ujian nasional tahun ini bertambah menjadi enam perusahaan, dari sebelumnya empat perusahaan.

Darmaningtyas mengusulkan agar percetakan disebar di setiap provinsi. “Jadi lebih mudah mendistribusikannya untuk daerah terpencil ketimbang harus menunggu dari pusat,” ucapnya.

Kacaunya penyelenggaraan ujian nasional ditandai dengan tertundanya ujian di 11 provinsi. Ujian yang seharusnya dilaksanakan serentak pada 15 April 2013 itu harus molor hingga 18 April 2013 karena PT Ghalia tidak sanggup memenuhi tenggat waktu pengadaan naskah ujian.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/17/079474016/Ujian-Nasional-Tahun-Ini-Terburuk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar